NEW YORK,KAMIS – Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, Kamis (27/3) waktu setempat (Jumat pagi WIB), ditutup melemah, digiring laporan pemerintah menyatakan pertumbuhan ekonomi AS nyaris mandek pada kuartal keempat tahun 2007. Selain itu sentimen negatif datang dari laporan laba Oracle yang mengecewakan para investor.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 120,40 poin (0,97 persen) menjadi 12.302,46. Indeks komposit Nasdaq merosot 43,53 poin (1,87 persen) pada 2.280,83 serta indeks Standard & Poor’s 500 melemah 15,37 poin (1,15 persen) ke posisi 1.325,76.
Departemen Perdagangan melaporkan produk domestik bruto (PDB) bulan Oktober hingga Desember tahun lalu, hanya tumbuh 0,6 persen, sehingga meneruskan kekhawatiran akan perekonomian AS berada di tepi resesi. Pemerintah akan kembali merilis perkiraan pertumbuhan kuartal pertama tahun ini pada April. “Ekonomi seperti di atas air, di kuartal keempat tahun 2007. Kami kira PDB enam bulan pertama 2008 akan turun, walaupun hanya sedikit,” sebut Nigel Gault, Kepala ekonom Global Insight.
Sekretaris Departemen Perdagangan AS, Carlos Gutierreze seperti diwawancara AP mengakui, kuarter pertama akan sulit.
Sementara Presiden Federal Reserve Bank di Atlanta, Dennis Lockhart, lebih sedikit optimistis, meski mengakui pemulihan yang ia perkirakan mulai semester kedua akan tertunda. The Fed, Kamis siang, melakukan lelang kredit senilai 75 miliar dollar AS untuk bank investasi.
Dalam laporan ekonomi terbaru, survei Pemerintah AS merevisi beberapa laporan ukuran inflasi untuk memperlihatkan tekanan harga tidak sekuat asumsi sebelumnya. Para pembuat kebijakan Federal Reserve, dipimpin oleh Gubernur Bank Sentral Ben Bernanke, telah secara agresif menurunkan suku bunga fed fund jangka pendeka menjadi 2,25 persen dari 5,25 persen sejak September dalam upaya mendorong pertumbuhan naik.
Namun, sejumlah pengamat ekonomi percaya bahwa ekonomi telah jatuh ke dalam sebuah resesi sejak akhir 2007. Meski kembali mundur, beberapa analis menunjukkan kepercayaannya bahwa penurunan tajam pasar saham baru-baru ini dapat surut. “PDB sudah dalam jalur, jadi masih tumbuh, meski hanya sangat sedikit. Saat ini terdapat perbedaan persepsi dengan dua minggu lalu, banyak orang pintar yang memberitahu kami untuk membeli dalam jangka pendek. Saya kira kami akan baik-baik saja selama tidak ada kasus seperti Bear Stearns lagi,” ujar Dave Rovelli, managing director equity trading di Canaccord Adams.




Komentar Terakhir